Selasa, 08 April 2014

Tips Merawat Baterai Laptop



Assalamualaikum...'

Apa kabar semuanya, daramang sadayana?


Ok, tiga artikel sebelumnya saya membahas tentang pemrograman Java. Berhubung saat ini keadaan saya sedang tidak vit atau bahasa sekarangnya sedang tidak enak body, jadi saya belum sempat membuat artikel kelanjutannya. 
Mohon maaf jika mengecewakan teman - teman sekalian.
Jadi saat ini saya hanya posting materi seadanya dulu ya Gan...
Mudah - mudahan sih tidak mengecewakan, dan tetap bermanfaat buat semua..

Ok tanpa banyak basa - basi lagi, langsung saja ke TKP..


Meskipun saat ini sudah tersedia alat elektronik yang lebih praktis dalam penggunaannya, seperti Tab, I-Pad dan sebagainya. Bagi sebagian orang saat ini, masih mengerjakan beberapa pekerjaannya menggunakan laptop atau notebook.
Masih banyaknya masyarakat yang tidak memperhatikan perawatan pada perangkat laptop yang mereka gunakan selama ini. Sehingga sering terjadinya error, baterai cepat sekali panas, atau cepat low battery, sering ngehang dan sebagainya. Salah satunya adalah pada baterai sering sekali cepat low battery atau cepat sekali panas.
Berikut ini saya ingin memberikan tips perawatan baterai laptop agar lebih awet.

  1. Letakkan laptop ditempat yang keras. Salah satu penyebabnya menurunnya performa baterai, menaruh laptop di tempat yang empuk seperti bantal dan tempat tidur sebab permukaan seperti itu akan menghambat aliran udara di bagian bawah notebook dan dapat menimbulkan overheating.
  2. Jangan menggunakan baterai dan charger notebook yang tidak kompatibel. Jika tidak yakin dengan kompatibilitas baterai pengganti ataupun charger yang digunakan, hubungi bagian layanan dari produsen notebook terkait.
  3. Baterai notebook dapat menjadi panas dalam pemakaian normal sekalipun. Jangan gunakan notebook sambil diletakkan di pangkuan Anda.
  4. Cegah terjadinya kontak pada dudukan baterai yang longgar dengan berbagai jenis obyek terbuat dari metal, seperti penjepit kertas, koin tipis, dan sebagainya.
  5. Baterai notebook, termasuk notebook itu sendiri tentunya, jangan sampai terjadi tekanan yang berlebihan yang diakibatkan karena terjatuh, terbentur, terhimpit ataupun tertumpuk oleh benda berat di atasnya. Hal tersebut akan mengakibatkan sirkuit di dalam baterai menjadi rentan terjadi hubungan arus pendek (korslet) yang kemudian mengakibatkan overheating.
  6. Jangan letakkan notebook di aera yang dapat menjadi sangat panas, semisal di bawah terik matahari ataupun di dalam mobil yang diparkir cukup lama di tempat terbuka saat siang hari.
  7. Menjadi basah atau terkena air, adalah hal yang harus dihindari dari notebook ataupun baterainya. Meskipun nantinya akan mengering dan dapat berfungsi normal, sirkuit di dalam notebook ataupun baterai secara perlahan akan berkarat dan membuat rentan keselamatan penggunanya.
  8. Jangan biarkan baterai dalam keadaan 0%. Laptop yang kehabisan daya dan mati sebenarnya menimbulkan efek yang kurang baik terhadap baterai (cycle count). Cas laptop Anda saat baterai sudah saat lebih kurang 15 %.
  9. Defrag harddisk secara rutin agar kinerja harddisk menjadi lebih baik serta mengurangi beban penggunaan baterai.
  10. Gunakan Cooling Pad. Suhu sangat mempengaruhi baterai, karena panas merupakan musuh utama baterai. Gunakan cooling pad sehingga memudahkan sirkulasi udara serta mengurangi panas pada baterai.
  11. External Device seperti hard disk eksternal, wifi, bluetooh dan lainnya akan menguras penggunaan baterai Anda. Jika tidak sedang digunakan, sebaiknya dilepas dari laptop.
  12. Semakin besar kapasitas RAM maka semakin irit penggunaan baterai, karena performa laptop akan menjadi lebih ringan , sehingga penggunaan beban baterai berkurang.
  13. Hibernate lebih irit listrik dibandingkan standyby, karena dalam hibernate beberapa servis akan dinonaktifkan.

Ibarat pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadi daripada kita menuggu laptop kita ngadat tanpa sebab, mati tanpa pesan apapun. Alangkah baiknya kita perhatikan kesehatan laptop kita tercinta. 

Ok' gan mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, mudah - mudahan bermanfaat.

Sumber: http://www.tutorialcarakomputer.com/2013/12/tips-cara-merawat-baterai-laptop-agar-tetap-awet-dan-tahan-lama.html

Selasa, 01 April 2014

Variable dan Type Casting



Assalamualaikum’
Minggu lalu kan saya membahas tentang tipe data pada java ya gan..
Sekarang saya coba bahas tentang Variable dan Type Casting.
Kenapa tentang Variable dan type casting, karena ini berhubungan dengan materi yang saya bahas di minggu sebelumnya yaitu tentang Tipe Data.
Ok, tidak perlu buang – buang waktu again..
Langsung saja lihat di T.K.P…
Dari definisi yang saya dapatkan dari Mas Wikipedia tentang variabel, adalah lokasi penyimpanan dan terkait nama simbolis yang berisi beberapa kuantitas yang diketahui atau tidak diketahui atau informasi, nilai. Nama variabel adalah cara biasa untuk referensi nilai yang disimpan, pemisahan nama dan konten ini memungkinkan nama yang akan digunakan secara terpisah dari informasi tepat yang diwakilinya. Nama variabel di kode sumber komputer adalah pengenal yang dapat terikat ke nilai selama waktu berjalan, dan nilai yang dapat berubah selama program eksekusi.
Gimana, ngerti  ga Gan penjelasan  Mas Wiki, atau malah bingung?
Sederhananya, bisa ditarik kesimpulan bahwa variable adalah sebuah kata yang berfungsi sebagai lokasi penyimpanan yang  berisi data, nilai dan fungsi tertentu untuk menjalankan logic dalam sebuah program.
Jadi gitu gan..’
Jadi penting banget kontribusi variable dalam sebuah program yang kita buat, kalau tidak ada variable ya logic dalam program juga tidak bisa dijalankan.
Contoh…
Int angka;
angka=5;

Keterangan: Int (Integer) adalah sebuah tipe data, dan “angka” adalah nama dari Variable yang akan kita panggil kembali untuk ditampilkan dengan hanya memanggil nama Variabelnya saja yaitu “angka”.
Syarat pendeklarasian Variable adalah:

  1.       Tipe data
  2.       Nama variable
  3.       Isi variable (dapat berupa angka, atau text).


Dalam setiap pemrograman ada aturan yang berlaku untuk cara penulisan pada sebuah variable. Berikut ini adalah aturan – aturan yang harus diperhatikan:
  • Nama variabel harus diawali dengan huruf.
  • Tidak boleh menggunakan spasi pada satu nama variabel. Spasi bisa diganti dengan karakter underscore (_).
  • Nama variabel tidak boleh mengandung karakter-karakter khusus, seperti: .,+, -, *, /, <, >, &, (, ) dan lain-lain.
  • Nama variabel tidak boleh menggunakan kata-kata kunci d bahasa pemrograman
Ok gan, itu sekilas tentang variable dalam pemrograman.
Sekarang kita beralih ke Type Casting.
Apa itu type casting?
Sebelumnya mari kita perhatikan contoh program sederhana dibawah ini.

package test;

public class LuasSegiempat {
       public static void main(String []args){
              int sisi=10;
       float luas;
       luas=((float)(sisi*sisi));
       System.out.println("Luas Segi Empat:" +luas);
       }

}

Sudah kebayang tidak gan, dari program sederhana diatas?
Ada yang bebeda dari pendeklarasian variable diatas. Kenapa dari integer menjadi tipe data float?
Ada yang bisa jawab?
Ok, ta’ jelasin garis besarnya tentang program sederhana diatas ya gan.. biar ga mbingungin..
Jadi program diatas saya buat untuk menghitung Luas dari Segi Empat. Dalam program  saya buat variable dengan tipe data integer yang berisi 10. Loh kok ada tipe data float ya?
Sabar…saya jelasin dari awal dulu ya gan..
Jadi dalam program diatas sana, saya ingin hasil dari perhitungan Luas Segi Empat = sisi * sisi, dengan adanya koma “,”, oleh karena itu saya harus menggunakan tipe data Float.
Kenapa ada tulisan “luas” setelah tipe data Float?
Itu adalah sebuah variable kedua yang akan saya gunakan untuk menyimpan data hasil perhitungan dari sisi * sisi tadi. Tapi tipe datanya berubah menjadi Float. Kesimpulannya setelah dihitung, hasil hitungannya tadi dideklarasikan menjadi Variable “luas” dengan tipe data Float.
Itu gan yang disebut Type Casting…
Jadi Type Casting adalah mekanisme untuk mengubah tipe data dari suatu data primitif atau suatu object.

Seperti itu gan…
Mudah – mudahan apa yang saya sampaikan dapat dipahami dan bermanfaat.
See You Later…
http://yudhiantow.wordpress.com/2011/11/13/casting-tipe-data-pada-java/

Rabu, 26 Maret 2014

TYPE DATA PADA JAVA



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
OK, setelah sebelumnya saya membahas tentang cara setting java pada System Windows Environment. Sekarang saya ingin membahas tentang Type Data Pada Java. Pada dasarnya type data pada pemrograman masih sama, yaitu tipe data sederhana dan referensi / komposit.
Tipe sederhana        : byte, short, int, long, char, float, double dan boolean.
Tipe data referensi  :class,array dan interface.

Sebelum kita membahas panjang x lebar x tinggi = pusing, tentang jenis-jenis type data. Ada baiknya kita mengenal sipaa itu type data? Seperti pepatah bilang “Tidak kenal maka tak saya” (saya kurang tau jelas sebenarnya itu pepatah siapa?. Tapi yang pasti bukan Ibu atau Ayah saya yang bilang seperti itu..heheheee).
So’ What is the meaning type data?
Tipe data adalah jenis data yang dapat diolah oleh komputer untuk memenuhi kebutuhan dalam pemrograman computer. Atau sebuah bentuk data dasar  yang dapat digunakan disebuah bahasa pemrograman.

Ada 4 tipe data sederhana pada java:


      1.       Integers
      2.       Floating Point
      3.       Characters
      4.       Boolean
Dan 3 tipe data referensi:
      1.       Class
      2.       Array
      3.       Interface

Tipe data sederhana
1.     Integers
                Data yang berisi angka. Tipe data yang termasuk kedalamnya adalah byte, short, int, long. Semua data tersebut bersifat Signed, yang artinya dapat mempresentasikan nilai positif dan negative. Dan tidak seperti tipe data lainnya, dalam pemrograman Java tidak mendukung tipe data unsigned, artinya tipe data tersebut hanya bisa mempresentasikan nilai positif.
Yang termasuk kedalam tipe data integer adalah:
      1.       Byte
      2.       Short
      3.       Int
      4.       Long



Tipe Data
Ukuran (bit)
Range
Byte
8
-128 s.d. 127
Short
16
-32768 s.d. 32767
Int
32
-2147483648 s.d. 2147483647
Long
64
-9223372036854775808  s.d. 9223372036854775807

Byte
Digunakan pada data stream dari suatu file maupun jaringan, yaitu untuk keperluan proses membaca/menulis. Selain itu, digunakkan juga pada data biner yang tidak kompatibel dengan tipe-tipe lain yang didefiniskan di dalam Java.

Cara penulisannya:
Byte nama variabel;

        Short
Umumnya diaplikasikan pada komputer-komputer 16-bit.

Cara penulisannya:
Short nama variabel;

Int
Digunakan untuk indeks dalam struktur pengulangan maupun dalam konstruksi sebuah array. Selain itu, secara teori setiap ekspresi yang melibatkan tipe integer byte, short, int, long) semuanya akan dipromosikan ke int terlebih dahulu sebelum dilakukan proses perhitungan.

Cara penulisannya:
Int nama variabel;

Long
Digunakan untuk kasus-kasus tertentu yang nilainya berada di luar rentang tipe int, karna tipe ini punya range paling tinggi dibanding Integer lainnya. Dengan kata lain, tipe long terpaksa digunakan jika data memiliki range diluar range int.

Cara penulisannya:
Long nama variabel;

2.     Floating Point/Bilangan Pecahan
Data yang berisi angka dengan koma. Digunakan untuk merepresentasikan nilai-nilai yang mengandung pecahan atau angka decimal di belakang koma, seperti 3.1416,5.25, dan sebagainya. Floating Point juga sering disebut dengan bilangan riil. Tipe data ini dibedakan menjadi 2 jenis, float dan double.
Yang termasuk dalam tipe floating point/bilangan sederhana adalah:
      1.       Float
      2.       Double

Tipe
Ukuran
Range
Presisi (jumlah digit)
bytes
bit
float
4
32
+/- 3.4 x 1038
6-7
double
8
64
+/- 1.8 x 10308
15

Float
Digunakan untuk menandakan nilai–nilai yang mengandung presisi atau ketelitan tunggal (single-precision) yang menggunakan ruang penyimpanan 32-bit.
Presisi tunggal biasanya lebih cepat untuk processor-processor tertentu dan memakan ruang penyimpanan setengah kali lebih sedikit dibandingkan presisi ganda (double precision). Permasalahan yang timbul dari pemakaian tipe float untuk nilai-nilai yang terlalu kecil atau justru terlalu besar, karena nilai yang dihasilkan akan menjadi tidak akurat.
Cara penulisannya:
Float  nama variabel;

Double
Digunakan untuk menyimpan nilai yang menggunakan ruang penyimpanan 64-bit dan mengandung tingkat ketelitian ganda atau presis ganda (double precision).
Tipe double tentu lebih cepat untuk melakukan perhitungan-perhitungan matematis daripad tipe float. Untuk perhitungan yang bersifat bilangan riil dan menghasilkan hasil yang lebih akurat, maka lebih baik menggunakan tipe double.
Cara penulisannya:
Double  nama variabel;

3.     Characters
Data untuk menyatakan sebuah karakter.  Dalam pemrograman java untuk mempresentasikan semua karakter yang ada menggunakan karakter Unicode.
Unicode adalah Sekumpulan  karakter yang terdapat pada semua bahasa, seperti bahasa Latin, Arab, Yunani dan sebagainya. Karena bahasa Java dirancang untuk dapat diterapkan di berbagai macam platform, maka Java menggunakan karakter Unicode yang membutuhkan ukuran 16-bit. Untuk karakter-karakter yang tidak dapat diketikkan secara langsung melalui keyboard, java menyediakan beberapa escape sequence (pasangan karakter yang dianggap sebagai karakter tunggal). Escape sequence tidak dianggap sebagai String, melainkan tetap sebagai tipe karakter khusus.
Escape Sequence
Keterangan
\ddd
Karakter octal (ddd)
\uxxxx
Karakter Unicode heksadecimal (xxxx)
\’
Petik tunggal
\’’
Petik ganda
\\
Backslash
\r
Carriage return
\n
Baris baru (line feed)
\f
Form feed
\t
Tab
\b
Backspace

Cara penulisannya:
Char nama variabel1, nama variabel2;

4.     Boolean
Data yang hanya berisi pernyataan True/Benar dan False/Salah.
Contoh penulisannya:
Boolean nama variable;

Tipe data referensi
1.     Class
Class didefiniskan sebagai cetak biru (blueprint) atau prototipe/kerangka yang mendefiniskan variabel-variabel (data) dan method-method (perilaku) umum dari sebuah objek. Dengan kata lain class adalah sebuah kesatuan yang terintegrasi antara method dan data yang mengacu pada suatu objek.
Perbedaan antara tipe data sederhana dengan tipe data referensi adalah, tipe data sederhana digunakan untuk mendeklarasikan variabel ‘normal’, sedangkan kelas digunakan untuk mendeklarasikan sebuah variabel yang berupa objek. Variabel yang berupa objek ini sering disebut dengan referensi objek (object reference).

2.      Array
Array  memiliki kemampuan untuk menggunakan satu variabel yang digunakan menyimpan sebuah data list yang kemudian memanipulasinya dengan lebih efektif.
Sebuah array akan menyimpan beberapa item data yang memiliki tipe data sama didalam sebuah blok memori yang berdekatan yang kemudian dibagai menjadi beberapa slot.


3.     Interface
Interface adalah sekumpulan method yang hanya memuat deklarasi dan struktur method, tanpa detail implementasinya. Sedangkan detail dari method tersebut berada pada class yang mengimplementasikan interface tersebut.
Interface biasa digunakan bila kita ingin mengaplikasikan suatu method yang spesifik,  yang tidak diperoleh dari proses inheritance yang lebih terbatas. Tipe data yang boleh pada interface hanya tipe data konstan.
semoga bermanfaat
Mohon tinggalkan kritik dan sarannya di kolom komentar ya...!!!!!!


sumber: http://www.varia.web.id/2013/05/pengertian-dan-pengelompokan-tipe-data.html
             http://www.asastudio.org/kategori/java-tutorial/?tnmr=185&youtube=qNMGmSt92H4.